"Buta Karena Pesona"
Inspirasinya datang dari kisah seorang pria yang terjebak dalam pemujaan berlebihan terhadap seorang wanita. Baginya, sang wanita adalah sosok sempurna tanpa cela, hingga ia rela mengabaikan peringatan teman-temannya. Ia memberikan segalanya—waktu, perhatian, hingga materi—dengan harapan suatu saat cintanya akan dibalas.
Namun, dari sudut pandang sang wanita, situasi ini menjadi beban. Ia merasa tidak pernah meminta semua pengorbanan itu dan merasa risi dengan obsesi sang pria. Sang wanita bersikap realistis: ia tidak bisa memaksakan perasaan, meskipun ia dituduh "memanfaatkan" keadaan.
Lagu ini menggambarkan benturan dua perasaan yang tidak sejalan: pemujaan yang tidak sehat bertemu dengan kejujuran yang pahit.
Intro:
(Musik intro dengan nuansa pop dangdut yang ceria namun sedikit melankolis)
Verse 1 (Pria):
Di mataku, kamu sempurna
Tak kulihat cela, tak ada kurangnya
Kau bagai rembulan, bersinar di jiwa
Cinta ini tumbuh, tak bisa kucegah
Verse 2 (Wanita):
Kau datang padaku, membawa harapan
Kata-kata manis, penuh pujian
Aku terbuai, dalam setiap sapaan
Namun hatiku ragu, tak bisa kurasakan
Chorus (Duet):
Cinta sebelah mata, sakitnya terasa
Kau korbankan semua, demi dirinya
Namun dia tak pernah, benar-benar cinta
Kau hanya dimanfaatkan, oh sungguh malang
Verse 3 (Pria):
Kuabaikan semua, nasehat teman-teman
Kau tak pantas untukku, itu hanya alasan
Aku percaya, suatu saat kau kan berikan
Cinta yang tulus, dari dalam hatimu
Verse 4 (Wanita):
Aku tak pernah meminta, kau lakukan semua
Itu keinginanmu, bukan salahku juga
Aku hanya wanita biasa, penuh kekurangan
Mengapa kau begitu, terobsesi padaku?
Chorus (Duet):
Cinta sebelah mata, sakitnya terasa
Kau korbankan semua, demi dirinya
Namun dia tak pernah, benar-benar cinta
Kau hanya dimanfaatkan, oh sungguh malang
Bridge (Pria):
Bertahun-tahun ku menunggu, kepastian darimu
Namun yang kudapat, hanyalah pilu
Kini ku sadari, cinta ini semu
Kau tak pernah mencintaiku, itu yang ku tahu
Chorus (Duet):
Cinta sebelah mata, sakitnya terasa
Kau korbankan semua, demi dirinya
Namun dia tak pernah, benar-benar cinta
Kau hanya dimanfaatkan, oh sungguh malang
Outro:
Cinta sebelah mata… sakitnya… terasa…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar